Sabtu, 04 September 2010

Pelatihan Tim Monitoring 2010


1.      Acara dibuka oleh Ketua UPK dengan pembacaan Basmalah
2.      Kemudian Ketua UPK mempersilahkan kepada Bapak Pratama Selaku FT Kecamatan Banyuputih untuk Menyampaikan Materi Pelatihan Tim Monitoring.
3.      Mengawali presentasinya Bapak Pratama menyampaikan pengertian Pengawasan dan monitoring maksud dan tujuan adanya Tim Monitoring di PNPM Mandiri Perdesaan
  • Bapak Pratama juga Menjelaskan tentang pentingnya pengawasan, pemantauan dalam pelaksanaan kegiatan di PNPM Mandiri Perdesaan.
  • Pengawasan dilakukan dengan tujuan memudahkan dan membantu TPK dalam hal evaluasi pelaksanaan baik yang berupa penarikan dana dan pengadaan bahan dan material.
·         Menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Tim Monitoring
4.      Bapak Pratama juga menjelaskan tentang Tentang prinsip-Prinsip dalam pemantauan dan pengawasan. (obyektif dan professional, transparan, Partisipatif, akuntabel, berkesinambungan, berbasisi Indikator kinerja, akurat)
5.      Memabahas tentang form audit dan pemeriksaan
6.      Memaparkan tentang form-form yang harus diisi oleh tim Monitoring
7.      FT mengharapkan ada kerjasama yang baik antara Tim Monitoring dan Tim Pengelola Kegiatan, sehingga pembangunan yang diharapkan dapat terlaksanan dengan baik.
8.      Tidak hanya dilakukan Monitoring kepada TPK namun juga diadakan evaluasi dari hasil monitoring.
9.      Kemudian Pelatihan dilanjutkan dengan diberikan soal bagi masing-masing Tim Monitoring
10.  Soal pelatihan tim monitoring
“ Pada saat bertemulah dua orang sahabat lama, disuatu sisi dua sahabat berlainan karakter dan pekerjaannya, yang satunya adalah ulama terkenal di daerahnya dan satunya lagi adalah kepala kelompok perampok ” maka berjalan-jalanlah ke tempat biasa mereka melakukan aktivitasnya masing-masing.
Apakah kira-kira yang dapat anda simpulkan tentang mereka berdua ?
Dapatkah mereka berdua menjadi sebuah tim?
  • Dari Tim Monitoring Banyuputih : menyampaikan Kedua sahabat itu adalah dua karakter yang berbeda, dan tetp berbeda dalam hal prinsip. Akan tetapi mungkin demi kebaikan bersama mereka dapat menjadi tim yang baik
  • Dari Tim Monitoring Sumberejo : menyampaikan bahwa ulama dan perampok dapat menjadi tim tentang soal keamanan daerah setempat.
  • Dari Tim Monitoring Sumberanyar : Sahabat adalah merupakanb ikatan kekeluargaan yang didasari oleh rasa saling mengerti, saling memahami dan salaing menerima, terlepas dari apapun keberadaan mereka masin-masing, maka arti dari sahabat adalah sebuah hubungan yang mulia. Dengan begiru maka tidak akan ada kendala jika mereaka menjadi sebuah tim dan berjalan seirama. Dan kalau boleh diambil contoh tentang sejarah Raden Mahtum Ibrahim seorang ulama besar menjadi guru dari Raden Said yang saat itu masih menjadi perampok. Dan kemudian mampu membawa raden said menjadi orang yang lebih baik, yang sekarang dikenal dengan sunan kalijogo.
  • Dari Tim Monitoring dari desa Sumberwaru : Menyampaikan Bahwa tentang soal ini perampok akan bekerja sesuai profesinya dan ulama melakukan aktivitasnya kedua sahabat tersebut dapat menjadi sebuah tim. Dalam arti bisa saling mengisis satu sama lain dengan tujuan demi masyarakat. Nantinya agama yang akan menjadi tempat nasehat.
11.  Kesimpulan dari soal tersebut adalah bahwa menjadi  Tim Monitoringdan Tim Pengelola kegiatan harus tetap mengacu kepada prinsip PNPM Mandiri Perdesaan dengan  mengedepankan tujuan awal dan lebih mementingkan kebaikan bersama dari pada kepentingan pribadi
12.  Kemudian acara pelatihan ditutup dengan pembacaan Hamdalah

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Coment Disini